ASTS Biologi Kelas 10
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Materi biologi kelas 10 mengenai keanekaragaman hayati dan virus untuk persiapan ujian sekolah.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 50
- Biodiversitas
- Variasi dan variabilitas kehidupan di bumi yang mencakup tingkat gen, spesies, dan ekosistem.
- Keanekaragaman tingkat gen
- Variasi susunan genetik dalam satu spesies yang menyebabkan perbedaan sifat, seperti warna bunga mawar.
- Keanekaragaman tingkat jenis (spesies)
- Variasi yang ditemukan di antara organisme dari spesies berbeda dalam genus atau famili yang sama.
- Keanekaragaman tingkat ekosistem
- Variasi interaksi antara komunitas biologis dengan lingkungan abiotik di berbagai wilayah geografis.
- Garis Wallace
- Garis imajiner yang memisahkan fauna tipe Oriental (Asiatis) dengan fauna wilayah Peralihan di Indonesia.
- Garis Weber
- Garis imajiner yang memisahkan fauna wilayah Peralihan dengan fauna tipe Australis di Indonesia.
- Fauna Asiatis (Oriental)
- Hewan yang menempati Indonesia barat dengan ciri mamalia besar dan banyak primata, contohnya gajah dan harimau.
- Fauna Australis
- Hewan di Indonesia timur yang didominasi mamalia berkantung dan burung berwarna cerah, contohnya kuskus dan cenderawasih.
- Fauna Peralihan
- Hewan khas di wilayah tengah Indonesia yang bersifat endemik, contohnya anoa, komodo, dan babi rusa.
- Konservasi in situ
- Pelestarian flora dan fauna yang dilakukan langsung di dalam habitat aslinya, seperti taman nasional.
- Konservasi ex situ
- Pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat alaminya, seperti kebun binatang dan kebun raya.
- Taman Nasional
- Kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi untuk penelitian serta wisata.
- Cagar Alam
- Kawasan suaka alam yang keadaan alamnya memiliki kekhasan tumbuhan dan ekosistem yang dilindungi secara ketat.
- Spesies endemik
- Spesies yang keberadaannya terbatas hanya di satu wilayah geografis tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain.
- Klasifikasi sistem binomial nomenklatur
- Sistem penamaan ilmiah makhluk hidup dengan dua kata Latin, kata pertama adalah genus dan kata kedua penunjuk spesies.
- Tingkatan takson tumbuhan dari tinggi ke rendah
- Kingdom, Divisi, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies.
- Tingkatan takson hewan dari tinggi ke rendah
- Kingdom, Filum, Kelas, Ordo, Famili, Genus, Spesies.
- Kladogram
- Diagram percabangan yang menunjukkan hubungan kekerabatan evolusioner antara berbagai kelompok organisme.
- Ciri khas virus bersifat aseluler
- Virus tidak memiliki membran sel, sitoplasma, inti sel, maupun organel seluler.
- Alasan virus disebut metaorganisme (peralihan)
- Dapat dikristalkan seperti benda mati, namun mampu bereproduksi di dalam sel hidup seperti makhluk hidup.
- Kapsid
- Selubung pelindung materi genetik virus yang tersusun dari subunit-subunit protein yang disebut kapsomer.
- Materi genetik virus
- Virus hanya memiliki salah satu asam nukleat, yaitu DNA saja atau RNA saja, tidak pernah keduanya sekaligus.
- Bakteriofag
- Kelompok virus yang secara khusus menginfeksi dan memperbanyak diri di dalam sel bakteri.
- Bagian leher pada bakteriofag
- Struktur penyambung antara bagian kepala yang berisi kapsid dengan lempeng dan serabut ekor.
- Fungsi serabut ekor pada bakteriofag
- Menempelkan partikel virus ke reseptor spesifik yang ada di permukaan dinding sel inang.
- Fase adsorpsi dalam replikasi virus
- Tahap penempelan virion pada membran atau dinding sel inang yang cocok secara biokimiawi.
- Fase penetrasi (injeksi) dalam replikasi virus
- Tahap masuknya materi genetik virus ke dalam sitoplasma sel inang melalui selubung sel.
- Fase sintesis (replikasi)
- Tahap pembuatan salinan materi genetik dan sintesis protein penyusun kapsid oleh mesin sel inang.
- Fase perakitan (pematangan)
- Penggabungan materi genetik baru dengan kapsid protein untuk membentuk partikel virion yang utuh.
- Fase lisis
- Pecahnya membran atau dinding sel inang yang melepaskan virion-virion baru ke lingkungan sekitarnya.
- Daur litik
- Siklus reproduksi virus yang diakhiri dengan penghancuran atau kematian sel inang secara langsung.
- Daur lisogenik
- Siklus virus di mana materi genetik virus menyisip ke genom sel inang tanpa mematikan sel inang seketika.
- Profag
- Materi genetik virus yang telah terintegrasi ke dalam DNA kromosom bakteri pada siklus lisogenik.
- Peran enzim lisozim pada bakteriofag
- Merusak ikatan peptidoglikan pada dinding sel bakteri agar materi genetik virus dapat masuk atau virion keluar.
- Human Immunodeficiency Virus (HIV)
- Retrovirus pembawa materi genetik RNA yang menyerang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh sel limfosit T CD4.
- Enzim reverse transcriptase
- Enzim pada retrovirus yang berfungsi mengubah genom RNA virus menjadi DNA komplementer di dalam sel inang.
- Tobacco Mosaic Virus (TMV)
- Virus berbentuk heliks pembawa RNA yang menyebabkan bercak-bercak kuning pada daun tanaman tembakau.
- Virus rabies (Rhabdovirus)
- Virus yang menyerang sistem saraf pusat pada mamalia dan ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi.
- Virus Dengue
- Virus penyebab demam berdarah dengue yang ditularkan ke manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti.
- Vaksin
- Produk biologis berisi patogen yang dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang kekebalan adaptif tubuh terhadap penyakit.
- Vaksin mRNA
- Jenis vaksin yang menginstruksikan sel tubuh membuat protein lonjakan (spike) virus guna memicu respon imun.
- Viroid
- Partikel patogen tanaman berupa molekul RNA sirkular telanjang berukuran kecil tanpa selubung protein kapsid.
- Prion
- Agen penular infeksi yang hanya terdiri dari protein terlipat abnormal tanpa adanya asam nukleat pembawa kode gen.
- Interferon
- Protein alami yang diproduksi sel tubuh vertebrata untuk menghambat replikasi virus di dalam sel yang terinfeksi.
- Spike glycoprotein
- Tonjolan protein pada selubung virus seperti SARS-CoV-2 yang bertindak mengikat reseptor sel inang (ACE2).
- Vektor penyakit
- Organisme perantara yang membawa dan menularkan patogen dari satu inang ke inang yang lain tanpa sakit parah.
- Ancaman utama keanekaragaman hayati
- Kerusakan habitat, eksploitasi berlebihan, polusi lingkungan, perubahan iklim, dan invasi spesies asing.
- Plasma nutfah
- Koleksi sumber daya genetik pada tanaman, hewan, atau mikroba yang membawa sifat-sifat berguna untuk pemuliaan.
- Spesies invasif
- Spesies pendatang dari luar habitat yang berkembang biak cepat dan merusak kestabilan ekosistem lokal.
- Pentingnya kunci determinasi
- Alat bantu berurutan berupa pernyataan berpasangan untuk mengidentifikasi nama takson suatu makhluk hidup.