Geografis & Astronomis Indonesia

Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini

Set ini mempelajari letak geografis, astronomis, dan geologis Indonesia serta dampaknya bagi pelajar.

50 kartu Bahasa Indonesia Tingkat: Sekolah Geografi dunia Dipublikasikan
Ketuk kartu untuk membalik

Kartu · 50

Letak astronomis Indonesia
Letak wilayah Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur, yaitu 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT.
Letak geografis Indonesia
Letak wilayah Indonesia berdasarkan posisi nyata di permukaan bumi, yaitu di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik.
Letak geologis Indonesia
Letak Indonesia berdasarkan struktur bebatuan, dilalui sirkum Mediterania dan Pasifik, serta pertemuan tiga lempeng tektonik utama.
Batas paling utara Indonesia
Pulau Weh (atau Pulau Rondo) di Nanggroe Aceh Darussalam pada koordinat 6° Lintang Utara.
Batas paling selatan Indonesia
Pulau Ndana (dekat Pulau Rote) di Nusa Tenggara Timur pada koordinat 11° Lintang Selatan.
Batas paling barat Indonesia
Pulau Benggala di sebelah barat Pulau Weh, Aceh, pada koordinat 95° Bujur Timur.
Batas paling timur Indonesia
Muara Sungai Torasi di Merauke, Papua Selatan, pada koordinat 141° Bujur Timur.
Dampak lintang tropis Indonesia
Mendapat sinar matahari sepanjang tahun, suhu udara cenderung hangat, dan kelembapan udara tinggi.
Karakteristik iklim tropis
Hanya memiliki dua musim (hujan dan kemarau) dengan curah hujan tahunan yang relatif tinggi.
Pembagian zona waktu di Indonesia
Rentang 46 derajat bujur dibagi 15 derajat per jam menghasilkan tiga zona waktu: WIB, WITA, dan WIT.
Waktu Indonesia Barat (WIB)
Berpatokan pada meridian 105°BT (GMT+7), mencakup pulau Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Waktu Indonesia Tengah (WITA)
Berpatokan pada meridian 120°BT (GMT+8), mencakup Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan Selatan, Timur, dan Utara.
Waktu Indonesia Timur (WIT)
Berpatokan pada meridian 135°BT (GMT+9), mencakup seluruh kepulauan Maluku dan pulau Papua.
Posisi silang strategis Indonesia
Terletak di persimpangan lalu lintas perdagangan dunia antara Asia Timur, Asia Selatan, Afrika, Eropa, dan Australia.
Dampak ekonomis letak geografis
Menjadi jalur transit perdagangan internasional yang menghidupkan sektor pelabuhan, logistik, dan perdagangan.
Selat Malaka
Salah satu jalur choke point pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Tiongkok Selatan.
Dampak sosial-budaya letak geografis
Terjadinya akulturasi dan asimilasi budaya lokal dengan budaya asing seperti India, Tiongkok, Arab, dan Eropa.
Angin muson barat
Bertiup dari Benua Asia ke Australia pada Oktober-April, membawa banyak uap air dan memicu musim hujan di Indonesia.
Angin muson timur
Bertiup dari Benua Australia ke Asia pada April-Oktober yang bersifat kering, sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia.
Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT)
Wilayah pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan selatan yang memicu terbentuknya awan konvektif tebal.
Hujan orografis di Indonesia
Hujan yang terjadi akibat massa udara lembap terangkat ke lereng pegunungan, umum terjadi di Bukit Barisan Sumatra.
Hutan hujan tropis Indonesia
Bioma berdaun lebat dengan kanopi tinggi dan biodiversitas tinggi, tersebar di Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
Bioma sabana dan stepa di Indonesia
Padang rumput dengan pohon jarang yang terbentuk di daerah dengan curah hujan rendah seperti Nusa Tenggara.
Pengaruh El Nino di Indonesia
Anomali pemanasan suhu permukaan Samudra Pasifik timur yang memicu kekeringan panjang dan penurunan curah hujan di Indonesia.
Pengaruh La Nina di Indonesia
Pendinginan suhu permukaan Samudra Pasifik timur yang meningkatkan curah hujan ekstrem dan memicu risiko banjir di Indonesia.
Dampak letak geologis (cincin api)
Indonesia memiliki puluhan gunung api aktif (Ring of Fire) yang menyebabkan tingginya aktivitas vulkanisme.
Tanah vulkanik di Indonesia
Tanah yang sangat subur akibat pelapukan abu dan lava gunung api, banyak dimanfaatkan untuk pertanian intensif di Jawa dan Bali.
Tiga lempeng tektonik utama Indonesia
Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang saling bertumbukan secara konvergen.
Dampak tektonik aktif
Sering terjadi gempa bumi tektonik dangkal maupun dalam, serta potensi timbulnya gelombang tsunami di pesisir.
Garis Wallace
Garis biogeografis imajiner yang memisahkan fauna tipe Asiatis dengan fauna tipe Peralihan, melewati Selat Makassar dan Selat Lombok.
Garis Weber
Garis pembatas persebaran fauna antara tipe Peralihan dan tipe Australis di kawasan timur kepulauan Indonesia.
Fauna Asiatis (Dangkalan Sunda)
Hewan mamalia berukuran besar seperti gajah sumatra, harimau, badak bercula satu, dan orangutan di wilayah barat.
Fauna Australis (Dangkalan Sahul)
Hewan marsupialia dan burung berwarna cerah seperti kanguru pohon, kasuari, dan cenderawasih di Papua.
Fauna Peralihan (Wallacea)
Satwa endemik khas wilayah tengah Indonesia yang tidak ada di benua lain, seperti komodo, anoa, dan babirusa.
Paparan Sunda (Sunda Shelf)
Landas kontinen dangkal di barat Indonesia yang mencakup Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Laut Jawa.
Paparan Sahul (Sahul Shelf)
Landas kontinen di timur Indonesia yang menghubungkan wilayah Papua dan Kepulauan Aru dengan Benua Australia.
Status negara kepulauan (Archipelagic State)
Pengakuan hukum laut internasional (UNCLOS 1982) bahwa wilayah perairan antarpulau merupakan satu kesatuan utuh kedaulatan RI.
Deklarasi Djuanda 1957
Deklarasi yang menyatakan bahwa laut di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah kedaulatan NKRI.
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)
Jalur laut yang ditetapkan untuk pelayaran dan penerbangan internasional melintasi perairan kepulauan Indonesia.
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Batas wilayah laut selebar 200 mil laut dari garis pangkal, di mana Indonesia memiliki hak berdaulat memanfaatkan sumber daya alam.
Laut Teritorial Indonesia
Batas laut selebar 12 mil laut diukur dari garis pangkal lurus kepulauan menuju laut lepas.
Zona Tambahan
Wilayah laut selebar 24 mil laut dari garis pangkal untuk mengawasi kepabeanan, fiskal, imigrasi, dan sanitasi.
Potensi maritim letak geografis
Kekayaan sumber daya perikanan tangkap, energi terbarukan gelombang/arus laut, dan minyak bumi lepas pantai.
Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle)
Kawasan perairan Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati terumbu karang tertinggi di dunia, contohnya di Raja Ampat.
Ancaman penyelundupan lintas batas
Banyaknya pulau terluar dan jalur pelayaran sempit memudahkan penyelundupan barang ilegal, obat terlarang, dan perdagangan orang.
Dampak letak astronomis terhadap pertanian
Mendapat sinar matahari sepanjang tahun memungkinkan siklus tanam pertanian dan perkebunan berlangsung secara berkesinambungan.
Angin Fohn (angin jatuh topografi)
Angin kering dan panas yang turun dari lereng pegunungan, seperti Angin Bohorok di Deli dan Angin Kumbang di Cirebon.
Sirkum Pasifik di Indonesia
Jalur lipatan dan gunung api yang melewati Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Kepulauan Halmahera.
Sirkum Mediterania di Indonesia
Jalur pegunungan muda yang membentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga busur Banda.
Arlindo (Arus Lintas Indonesia)
Perpindahan massa air laut dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia melewati selat-selat di Indonesia yang memengaruhi iklim global.