Normalisasi Basis Data
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Kumpulan kartu kilas mengenai konsep normalisasi basis data, anomali data, ketergantungan fungsional, dan bentuk normal. Dibuat untuk mahasiswa ilmu komputer.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 51
- Normalisasi Basis Data
- Proses pengorganisasian data dalam basis data relasional untuk mengurangi redundansi dan mencegah anomali data.
- Tujuan utama normalisasi
- Menghilangkan redundansi data, menjaga integritas data, dan mencegah anomali saat manipulasi data.
- Anomali Penyisipan (Insertion Anomaly)
- Kondisi tidak dapat menambahkan data tertentu tanpa menyertakan atribut atau entitas lain yang belum tersedia.
- Anomali Penghapusan (Deletion Anomaly)
- Kondisi ketika menghapus suatu baris menyebabkan informasi penting lainnya terhapus secara tidak sengaja.
- Anomali Pembaruan (Update Anomaly)
- Kondisi redundansi di mana pengubahan data di satu tempat memerlukan pembaruan di banyak baris secara inkonsisten.
- Ketergantungan Fungsional (Functional Dependency)
- Hubungan antar atribut di mana nilai suatu atribut secara unik menentukan nilai atribut lainnya (X menentukan Y).
- Kandidat Kunci (Candidate Key)
- Kumpulan minimal dari satu atau beberapa atribut yang dapat mengidentifikasi setiap baris tuple secara unik.
- Kunci Utama (Primary Key)
- Satu kandidat kunci yang dipilih secara resmi untuk mengidentifikasi baris secara unik dalam sebuah tabel.
- Kunci Asing (Foreign Key)
- Atribut yang merujuk pada kunci utama di tabel lain untuk membentuk relasi antar tabel.
- Atribut Prima (Prime Attribute)
- Atribut yang menjadi bagian dari salah satu kandidat kunci dalam sebuah relasi.
- Atribut Non-Prima (Non-Prime Attribute)
- Atribut yang bukan bagian dari kandidat kunci mana pun dalam relasi.
- Bentuk Normal Pertama (1NF)
- Bentuk normal dasar yang memastikan struktur tabel sederhana tanpa pengelompokan atribut bersarang.
- Syarat 1NF: Nilai Atomik
- Setiap kolom pada setiap baris harus berisi tepat satu nilai tunggal yang tidak dapat dibagi lagi.
- Syarat 1NF: Larangan Repeating Groups
- Tidak boleh ada kelompok atribut berulang atau beberapa kolom yang menyimpan informasi jenis serupa dalam satu baris.
- Syarat 1NF: Tipe Data Konsisten
- Semua entri dalam suatu kolom tertentu harus memiliki tipe data yang seragam.
- Syarat 1NF: Keunikan Baris
- Setiap baris harus dapat diidentifikasi secara unik menggunakan kunci utama.
- Cara mencapai 1NF dari data unnormalized
- Pecah nilai multi-nilai menjadi baris terpisah atau pindahkan ke tabel baru dengan relasi kunci utama.
- Ketergantungan Parsial (Partial Dependency)
- Kondisi di mana atribut non-prima hanya bergantung pada sebagian komponen dari komposit kandidat kunci.
- Ketergantungan Penuh (Full Functional Dependency)
- Kondisi di mana atribut non-prima bergantung sepenuhnya pada seluruh komponen kandidat kunci, bukan sebagiannya.
- Bentuk Normal Kedua (2NF)
- Bentuk normal yang menghilangkan ketergantungan parsial pada kunci komposit.
- Syarat 2NF: Prasyarat 1NF
- Relasi harus sudah sepenuhnya memenuhi kriteria bentuk normal pertama (1NF).
- Syarat 2NF: Tidak ada Ketergantungan Parsial
- Semua atribut non-prima harus bergantung fungsional secara penuh pada kandidat kunci utama.
- Kapan tabel 1NF otomatis memenuhi 2NF?
- Ketika kandidat kuncinya adalah kunci tunggal (hanya terdiri dari satu atribut tunggal, bukan komposit).
- Cara dekomposisi menuju 2NF
- Pisahkan atribut yang bergantung sebagian ke tabel baru bersama dengan bagian kunci yang menentukannya.
- Ketergantungan Transitif (Transitive Dependency)
- Kondisi di mana atribut A menentukan B, B menentukan C, sehingga A menentukan C secara tidak langsung melalui B.
- Bentuk Normal Ketiga (3NF)
- Bentuk normal yang menghilangkan ketergantungan transitif antar atribut non-kunci.
- Syarat 3NF: Prasyarat 2NF
- Relasi harus sudah memenuhi seluruh kriteria bentuk normal kedua (2NF).
- Syarat 3NF: Tidak ada Ketergantungan Transitif
- Tidak boleh ada atribut non-prima yang bergantung secara fungsional pada atribut non-prima lainnya.
- Kriteria formal dependensi X menentukan Y pada 3NF
- Untuk setiap X menentukan Y tidak sepele, X harus merupakan superkey atau Y harus merupakan atribut prima.
- Cara dekomposisi menuju 3NF
- Pindahkan atribut penentu non-kunci dan atribut yang ditentukannya ke tabel terpisah.
- Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
- Bentuk normal ketiga yang diperketat (3.5NF) untuk menangani kasus anomali pada beberapa kandidat kunci tumpang tindih.
- Syarat BCNF: Prasyarat 3NF
- Relasi harus sudah memenuhi seluruh persyaratan bentuk normal ketiga (3NF).
- Syarat BCNF: Penentu adalah Superkey
- Untuk setiap ketergantungan fungsional non-trivial X menentukan Y, penentu X harus selalu berupa superkey.
- Perbedaan utama 3NF dan BCNF
- 3NF memperbolehkan Y berupa atribut prima jika X bukan superkey, sedangkan BCNF mewajibkan X selalu superkey.
- Kapan tabel 3NF melanggar BCNF?
- Ketika ada atribut prima yang bergantung secara fungsional pada atribut yang bukan superkey.
- Superkey
- Satu atau sekumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi setiap baris, tidak harus minimal.
- Kandidat Kunci vs Superkey
- Kandidat kunci adalah superkey minimal tanpa adanya atribut berlebih yang tidak diperlukan untuk keunikan.
- Dekomposisi Tanpa Hilang (Lossless Join Decomposition)
- Pemisahan relasi menjadi beberapa tabel yang menjamin data asli dapat digabungkan kembali tanpa data fiktif.
- Pemeliharaan Dependensi (Dependency Preservation)
- Kondisi dekomposisi di mana semua ketergantungan fungsional asli dapat ditegakkan tanpa operasi join.
- Trade-off BCNF dibanding 3NF
- BCNF menjamin bebas redundansi fungsional tetapi kadang tidak dapat mempertahankan semua dependensi secara langsung.
- Ketergantungan Fungsional Sepele (Trivial Dependency)
- Dependensi X menentukan Y di mana himpunan atribut Y adalah bagian dari himpunan atribut X.
- Ketergantungan Fungsional Non-Sepele
- Dependensi X menentukan Y di mana Y bukan merupakan subset dari X.
- Denormalisasi
- Proses sengaja menggabungkan data yang telah dinormalisasi untuk mengoptimalkan kinerja query pembacaan.
- Tujuan denormalisasi
- Mengurangi operasi penggabungan tabel (join) yang mahal guna meningkatkan performa query pembacaan data.
- Kelemahan denormalisasi
- Meningkatkan redundansi data serta membuka risiko terjadinya anomali pembaruan dan inkonsistensi.
- Bentuk Tak Ternormalisasi (UNF)
- Struktur data mentah yang masih mengandung data bernilai banyak, kolom ganda, dan tanpa batasan integritas.
- Kunci Komposit (Composite Key)
- Kunci utama atau kandidat kunci yang tersusun atas dua atau lebih atribut secara bersama-sama.
- Kunci Pengganti (Surrogate Key)
- Atribut buatan tanpa makna bisnis (seperti ID auto-increment) yang dipakai sebagai kunci utama buatan.
- Integritas Entitas (Entity Integrity)
- Aturan yang menyatakan bahwa kunci utama tidak boleh bernilai NULL dan harus bernilai unik.
- Integritas Referensial (Referential Integrity)
- Aturan yang memastikan setiap nilai kunci asing harus cocok dengan nilai kunci utama yang sah atau NULL.
- Kapan proses normalisasi biasanya dihentikan?
- Pada sebagian besar aplikasi praktis bisnis, normalisasi umumnya dihentikan setelah mencapai 3NF atau BCNF.