Sejarah Indonesia: Praaksara hingga Islam
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Materi sejarah Indonesia dari masa praaksara, Hindu-Buddha, hingga kerajaan Islam. Dirancang untuk pelajar memahami perubahan dan kesinambungan zaman.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 52
- Pola hunian masa berburu dan meramu (food gathering)
- Nomaden atau berpindah-pindah mengikuti ketersediaan sumber daya alam dan kawanan hewan di tepi sungai atau gua.
- Pola hunian masa bercocok tanam (food producing)
- Sedenter atau menetap di perkampungan dekat sumber air untuk mengolah lahan pertanian dan memelihara hewan.
- Perubahan geografis permukiman masa Hindu-Buddha
- Berkembang di daerah pedalaman agraris yang subur dan muara sungai besar sebagai pusat perdagangan antarpulau.
- Karakteristik geografis pusat kerajaan Islam
- Mayoritas berpusat di pesisir pantai atau muara sungai untuk menguasai jalur pelayaran perdagangan maritim internasional.
- Kesinambungan faktor geografis dari praaksara hingga Islam
- Sungai dan pesisir laut selalu menjadi urat nadi kehidupan transportasi, sumber pangan, dan jalur kontak ekonomi.
- Sistem ekonomi masa praaksara tingkat lanjut
- Sistem barter berbasis hasil bumi dan laut serta pertukaran barang logam pada masa perundagian.
- Perubahan ekonomi pada masa Hindu-Buddha
- Penggunaan mata uang emas, perak, dan kepeng Tiongkok serta keterlibatan aktif dalam Jalur Sutra maritim.
- Ciri utama aktivitas ekonomi kerajaan Islam di Nusantara
- Perdagangan rempah-rempah internasional melalui pelabuhan transito seperti Malaka, Samudera Pasai, dan Banten.
- Kesinambungan ekonomi agraris di Nusantara
- Pertanian sawah dan ladang tetap menjadi basis subsisten utama masyarakat di luar kawasan pelabuhan pesisir.
- Bentuk kepemimpinan politik masa praaksara
- Primus inter pares, yaitu pemilihan pemimpin suku berdasarkan kelebihan fisik, karisma, dan kemampuan spiritual.
- Perubahan konsep kekuasaan politik masa Hindu-Buddha
- Munculnya konsep Devaraja, raja dianggap sebagai titisan atau perwujudan dewa dengan hak waris tahta turun-temurun.
- Konsep kekuasaan politik pada masa kerajaan Islam
- Gelar sultan yang dipandang sebagai khalifah di bumi atau bayang-bayang Allah, didampingi oleh dewan ulama.
- Kesinambungan kepemimpinan dari masa Hindu-Buddha ke Islam
- Sistem monarki absolut turun-temurun tetap bertahan, hanya legitimasi teologisnya yang berganti dari dewa ke Allah.
- Sistem kepercayaan masa praaksara
- Animisme (percaya roh nenek moyang) dan dinamisme (percaya kekuatan gaib pada benda atau tempat keramat).
- Perubahan kepercayaan pada masa Hindu-Buddha
- Pemujaan dewa-dewi Trimurti (Hindu) atau pencapaian penerangan spiritual melalui ajaran Sang Buddha.
- Sinkretisme kepercayaan praaksara dan Hindu-Buddha
- Pemujaan arwah nenek moyang berpadu dengan candi yang difungsikan sebagai makam raja sekaligus tempat ibadah.
- Perubahan religi masyarakat pada masa Islam
- Monoteisme mutlak (tauhid) yang menyembah Allah semata dan menghapuskan pemujaan berhala serta kasta.
- Kesinambungan tradisi pemujaan arwah pada masa Islam
- Tradisi ziarah kubur ke makam para wali dan sesepuh desa serta upacara selamatan atau tahlilan.
- Struktur sosial pada masa Hindu-Buddha
- Diterapkannya sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) meski penerapannya lebih luwes daripada di India.
- Perubahan struktur sosial pada masa Islam
- Penghapusan kasta dan penegasan bahwa semua manusia setara, kecuali berdasarkan ketakwaan dan ilmu agama.
- Peninggalan zaman Megalitikum: Menhir
- Tugu batu tunggal tegak yang didirikan untuk memperingati dan menghormati arwah nenek moyang.
- Peninggalan zaman Megalitikum: Punden berundak
- Struktur batu bertingkat-tingkat untuk pemujaan roh yang menjadi prototipe arsitektur candi Hindu-Buddha.
- Peninggalan zaman Megalitikum: Sarkofagus
- Peti jenazah dari batu bulat utuh berpenutup yang banyak ditemukan di daerah Bali dan Sumatra.
- Akulturasi punden berundak pada Candi Borobudur
- Penerapan konsep teras bertingkat lokal nusantara yang dipadukan dengan struktur stupa Buddha Mahayana.
- Ciri khas arsitektur masjid kuno peninggalan masa Islam
- Atap tumpang berundak bersusun gasal menyerupai meru pura Hindu, tidak memakai kubah, dan memiliki serambi.
- Contoh kesinambungan arsitektur Hindu pada masjid Islam
- Menara Masjid Kudus yang bentuknya mengadopsi candi bentar atau bale kul-kul bercorak Majapahit.
- Aksara masa praaksara vs masa Hindu-Buddha
- Masa praaksara belum mengenal tulisan, sedangkan masa Hindu-Buddha ditandai pemakaian aksara Pallawa dan Sanskerta.
- Perubahan aksara dan bahasa pada masa Islam
- Penggunaan aksara Pegon (huruf Arab untuk bahasa Jawa/Sunda) dan aksara Jawi (Arab-Melayu) dalam karya tulis.
- Peninggalan prasasti Yupa dari Kutai
- Batu tertulis beraksara Pallawa abad ke-4 M yang menjadi tanda resmi berakhirnya masa praaksara di Indonesia.
- Karya sastra masa Hindu-Buddha: Kakawin
- Syair berbahasa Jawa Kuno berirama metrum India, contohnya Kakawin Bharatayuddha dan Negarakertagama.
- Karya sastra masa Islam: Babad dan Hikayat
- Kisah sejarah campur mitos bertema kepahlawanan dan dakwah, contohnya Hikayat Raja-Raja Pasai dan Babad Tanah Jawi.
- Sistem kalender Saka pada masa Hindu-Buddha
- Sistem penanggalan berbasis matahari (solar) yang berasal dari India dan digunakan secara luas di kerajaan Jawa.
- Inovasi Kalender Jawa Islam oleh Sultan Agung
- Perpaduan harmonis antara penanggalan Saka (solar) dengan sistem kalender Hijriah Islam (lunar).
- Peran pertukangan logam pada masa Perundagian
- Keahlian mencetak perunggu dan besi menggunakan teknik bivalve dan a cire perdue untuk kapak dan nekara.
- Peralihan fungsi perkakas logam dari masa praaksara ke Islam
- Dari nekara ritual beralih ke senjata kerajaan seperti keris, meriam cetbang, dan alat kelautan.
- Teknologi maritim nenek moyang masa praaksara
- Pembuatan perahu bercadik yang stabil untuk menyeberangi Samudra Pasifik hingga Madagaskar.
- Perkembangan maritim masa Sriwijaya
- Pembangunan armada angkatan laut kuat untuk mengontrol Selat Malaka dan memungut cukai perdagangan internasional.
- Perkembangan maritim masa Kesultanan Samudera Pasai
- Sebagai bandar entrepot Islam pertama yang memfasilitasi pedagang dari Gujarat, Arab, Persia, dan Tiongkok.
- Bentuk tata kota pada masa Hindu-Buddha Majapahit
- Kawasan kraton berbenteng bata merah dengan alun-alun luas dan kompleks permukiman teratur di Trowulan.
- Bentuk tata kota masa kerajaan Islam di Jawa
- Pola catur gatra tunggal yang menempatkan kraton, masjid agung, pasar, dan alun-alun dalam satu poros.
- Fungsi wayang pada masa praaksara
- Ritual pemanggilan bayangan arwah leluhur yang dipimpin dukun untuk memohon keselamatan dan berkah kesuburan.
- Perubahan fungsi wayang pada masa Hindu-Buddha
- Media pertunjukan sastra wiracarita Mahabharata dan Ramayana yang disesuaikan dengan nilai lokal nusantara.
- Akulturasi wayang kulit pada masa Wali Songo
- Dimodifikasi agar tidak melanggar hukum anikonisme Islam dan dijadikan sarana efektif menyebarkan dakwah tauhid.
- Perubahan status tanah dari masa praaksara ke kerajaan
- Dari kepemilikan komunal suku menjadi milik raja mutlak (tanah lungguh) yang dipinjamkan kepada bangsawan.
- Kesinambungan tradisi gotong royong
- Prinsip kerja sama komunal sejak masa cocok tanam tetap terpelihara hingga masa desa-desa di era kesultanan.
- Peninggalan tulisan makam Fatimah binti Maimun (1082 M)
- Bukti arkeologis awal kehadiran pemukim Muslim di Leran, Gresik, dengan batu nisan bertuliskan kaligrafi Arab Kufi.
- Nisan Makam Malikussaleh (1297 M)
- Peninggalan pendiri Samudera Pasai bercorak seni Gujarat yang menandai eksistensi monarki Islam awal di Nusantara.
- Konsep kosmologi Candi Prambanan
- Penggambaran Gunung Mahameru sebagai pusat alam semesta tempat tinggal Dewa Siwa, Wisnu, dan Brahma.
- Kesinambungan konsep kosmologi praaksara pada keraton Islam
- Keraton tetap diposisikan sebagai mikrokosmos yang selaras dengan makrokosmos dipimpin oleh sang khalifah.
- Faktor utama perpindahan pusat peradaban Mataram Kuno
- Letusan Gunung Merapi dahsyat dan ancaman politik Sriwijaya mendorong perpindahan geografis ke Jawa Timur.
- Strategi ekspansi Islam di Nusantara tanpa perang
- Disalurkan lewat perdagangan damai, perkawinan, akulturasi seni budaya, tasawuf, dan jalur pendidikan pesantren.
- Peran pelabuhan Banten pada abad ke-16
- Menggantikan peran Malaka yang jatuh ke Portugis pada 1511 sebagai pusat ekspor lada utama di Nusantara barat.