Seni Lukis: Teori & Praktik
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Materi lengkap mengenai teori dan praktik seni lukis, termasuk fungsi, aliran, teknik, serta alat dan bahan untuk pelajar.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 66
- Pengertian seni lukis
- Cabang seni rupa dua dimensi yang mengungkapkan pengalaman estetik dan emosional melalui garis dan warna.
- Fungsi religius seni lukis
- Sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta atau media ritual keagamaan.
- Fungsi magis seni lukis
- Mendatangkan kekuatan gaib atau keberuntungan, contohnya lukisan cap tangan manusia purba di gua.
- Fungsi simbolis seni lukis
- Menyampaikan pesan tersirat atau melambangkan cita-cita, status, dan kekuatan.
- Fungsi estetis seni lukis
- Memberikan keindahan murni dan kepuasan visual bagi penikmatnya.
- Fungsi komersial seni lukis
- Sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan selera pasar.
- Fungsi ekspresif seni lukis
- Media penyaluran luapan emosi, kegelisahan, dan gejolak jiwa murni dari seniman.
- Fungsi kritik sosial seni lukis
- Media menyuarakan ketidakadilan politik, kesenjangan ekonomi, atau fenomena sosial di masyarakat.
- Sumber ide: Alam sekitar
- Inspirasi dari pemandangan pegunungan, laut, flora, dan fauna secara langsung.
- Sumber ide: Kehidupan sosial
- Inspirasi dari aktivitas manusia sehari-hari seperti pasar, buruh bekerja, atau upacara adat.
- Sumber ide: Pengalaman pribadi
- Inspirasi dari memori masa lalu, trauma, kebahagiaan, atau perjalanan hidup seniman.
- Sumber ide: Imajinasi dan fantasi
- Inspirasi dari mimpi, khayalan bebas, mitologi, atau hal fiktif di luar nalar.
- Aliran Naturalisme
- Menggambarkan alam secara akurat, indah, dan setia pada kenyataan fisik objektif.
- Ciri khas Naturalisme
- Perspektif dan proporsi tepat, pencahayaan alami, serta detail panorama alam yang mendalam.
- Tokoh Naturalisme Indonesia
- Basoeki Abdullah, Wakidi, dan Abdullah Suriosubroto.
- Aliran Realisme
- Menggambarkan kenyataan hidup apa adanya tanpa dilebih-lebihkan atau diromantisasi.
- Tokoh Realisme Indonesia
- Dullah, Trubus Sudarsono, dan S. Sudjojono pada fase awal.
- Aliran Romantisisme
- Menonjolkan emosi dramatis, peristiwa dahsyat, heroisme, dan suasana teatrikal.
- Tokoh Romantisisme Indonesia
- Raden Saleh, contoh karyanya adalah Penangkapan Pangeran Diponegoro.
- Aliran Impresionisme
- Menangkap kesan seketika dari efek pencahayaan pada objek, bukan detail bentuknya.
- Ciri khas Impresionisme
- Goresan kuas pendek dan tebal, warna cerah tanpa banyak pencampuran, serta dikerjakan di ruang terbuka.
- Tokoh Impresionisme dunia dan Indonesia
- Claude Monet di dunia; Solichin di Indonesia.
- Aliran Ekspresionisme
- Mendistorsi bentuk dan warna nyata demi menuangkan gejolak batin serta emosi seniman.
- Ciri khas Ekspresionisme
- Goresan spontan, garis bergelombang dramatis, dan warna emosional yang tidak realistis.
- Tokoh Ekspresionisme Indonesia
- Affandi, terkenal dengan teknik meremas cat langsung dari tube menggunakan tangan.
- Aliran Surealisme
- Menampilkan dunia mimpi bawah sadar dengan menggabungkan objek nyata secara aneh dan mustahil.
- Ciri khas Surealisme
- Objek paradoksal, suasana misterius seperti mimpi, dan distorsi logika ruang.
- Tokoh Surealisme dunia dan Indonesia
- Salvador Dalí di dunia; Sudjana Kerton dan Boyke Aditya di Indonesia.
- Aliran Kubisme
- Menyederhanakan objek nyata menjadi bentuk-bentuk geometris seperti kubus, balok, dan kerucut.
- Ciri khas Kubisme
- Objek dilihat dari berbagai sudut pandang sekaligus lalu dipecah menjadi bidang geometris.
- Tokoh Kubisme dunia dan Indonesia
- Pablo Picasso di dunia; Mochtar Apin dan Ahmad Sadali fase awal di Indonesia.
- Aliran Abstrak
- Karya nonfiguratif tanpa representasi bentuk alamiah, fokus pada harmoni warna dan garis murni.
- Ciri khas Seni Abstrak
- Bebas bentuk fisik, mengandalkan komposisi warna, ritme garis, dan kebebasan interpretasi.
- Tokoh Abstrak Indonesia
- Ahmad Sadali, Fadjar Sidik, dan Srihadi Soedarsono.
- Aliran Fauvisme
- Menggunakan warna-warna murni yang mencolok, liar, dan tidak sesuai dengan warna asli objek.
- Aliran Pop Art
- Mengangkat simbol budaya populer masyarakat urban, iklan komersial, dan media massa.
- Media kanvas
- Kain berserat rapat yang dilapisi cat dasar (gesso), kuat, lentur, dan tahan lama.
- Media kertas lukis
- Mudah menyerap air, bertekstur, biasanya cocok untuk cat air, pastel, dan tinta cina.
- Sifat cat minyak (oil paint)
- Berpelarut minyak/terpentin, bertekstur kental, warna pekat mengilap, dan membutuhkan waktu lama untuk kering.
- Sifat cat air (watercolour)
- Berpelarut air, bersifat transparan (aquarel), cepat mengering, dan dikerjakan lapis demi lapis tipis.
- Sifat cat akrilik (acrylic paint)
- Berpelarut air namun tahan air saat kering, cepat kering, dan fleksibel pada berbagai permukaan.
- Sifat krayon dan pastel
- Berbentuk batangan padat dengan bahan dasar lilin atau kapur, menghasilkan warna lembut dan mudah dibaurkan.
- Kuas lukis dan fungsinya
- Alat berbulu halus atau kasar untuk mengaplikasikan cat ke atas permukaan media gambar.
- Pisau palet dan fungsinya
- Alat logam lentur untuk mencampur cat di palet serta membuat efek goresan tebal timbul (impasto).
- Palet dan fungsinya
- Papan datar berbahan kayu atau plastik sebagai tempat menampung dan mencampur cat.
- Easel dan fungsinya
- Penyangga berkaki tiga untuk menopang kanvas dalam posisi tegak saat melukis.
- Gesso dan fungsinya
- Campuran cat dasar putih untuk menutup pori-pori kain kanvas sebelum diaplikasikan cat lukis.
- Tema manusia dengan alam sekitar
- Objek berupa lanskap alam seperti gunung, lembah, sawah, sungai, laut, dan hutan rimba.
- Tema manusia dengan benda mati (still life)
- Objek berupa susunan buah, vas bunga, cangkir, meja, atau perabotan statis lainnya.
- Tema manusia dengan dirinya sendiri (self-portrait)
- Pelukis melukis potret wajah dan ekspresi emosi dirinya sendiri sebagai cermin batin.
- Tema manusia dengan manusia lain
- Objek berupa figur keluarga, sahabat, tokoh ternama, atau masyarakat yang sedang berinteraksi.
- Tema manusia dengan aktivitas sosial
- Menggambarkan kegiatan bersama seperti panen padi, menari bersama, pasar rakyat, atau perlombaan.
- Tema manusia dengan alam khayal
- Menggambarkan makhluk mitologis, kota masa depan, monster impian, dan dunia surealis fiktif.
- Teknik aquarel
- Teknik sapuan warna tipis dan transparan menggunakan cat air di atas kertas basah atau kering.
- Teknik plakat
- Teknik sapuan warna tebal, pekat, dan menutup sempurna menggunakan cat poster atau akrilik.
- Teknik spray (semprot)
- Menyemprotkan cat ke media menggunakan alat semprot atau kaleng aerosol untuk efek gradasi halus.
- Teknik impasto
- Menerapkan cat sangat tebal menggunakan pisau palet sehingga meninggalkan jejak tekstur kasar menonjol.
- Teknik goresan kering (dry brush)
- Menggunakan kuas yang minim cat dan air pada media kering untuk memunculkan efek tekstur kasar.
- Langkah melukis 1: Memunculkan gagasan
- Mengembangkan inspirasi dari pengalaman, pengamatan alam, atau imajinasi menjadi konsep karya.
- Langkah melukis 2: Memilih media dan alat
- Menentukan jenis permukaan lukis, cat, serta jenis kuas yang sesuai dengan teknik yang dipilih.
- Langkah melukis 3: Membuat sketsa dasar
- Menggoreskan garis tipis menggunakan pensil pada bidang gambar untuk mengatur tata letak dan proporsi.
- Langkah melukis 4: Pewarnaan dasar (blocking)
- Memberikan warna lapisan pertama secara tipis pada seluruh bidang untuk menetapkan nada warna umum.
- Langkah melukis 5: Pendetailan dan finishing
- Menegaskan kontras gelap-terang, memperhalus detail objek, dan melapisi pernis pelindung jika diperlukan.
- Prinsip sketsa alam khayal
- Menggabungkan figur manusia dengan elemen fantasi tidak rasional seperti sayap, pulau melayang, atau makhluk mitos.
- Keseimbangan dalam komposisi sketsa
- Penempatan beban visual objek pada bidang gambar agar tidak tampak timpang ke satu sisi.
- Focal point dalam lukisan fantasi
- Pusat perhatian utama lukisan yang sengaja ditonjolkan lewat kontras warna, ukuran, atau pencahayaan khusus.