Sosiologi: Mobilitas, Institusi, dan Integrasi
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Kumpulan materi sosiologi mengenai konsep mobilitas sosial, institusi sosial, serta konflik dan integrasi. Ditujukan bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin memahami ilmu sosial.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 59
- Pengertian Mobilitas Sosial
- Perpindahan posisi atau kedudukan seseorang atau kelompok dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya dalam masyarakat.
- Mobilitas Sosial Vertikal
- Perpindahan status sosial individu atau kelompok yang tidak sederajat, baik naik ke tingkatan lebih tinggi maupun turun ke tingkatan lebih rendah.
- Social Climbing
- Mobilitas vertikal ke atas, yaitu naiknya kedudukan seseorang ke tingkat status sosial yang lebih tinggi dari sebelumnya.
- Contoh Social Climbing
- Seorang staf biasa yang berprestasi dipromosikan menjadi direktur utama di perusahaannya.
- Social Sinking
- Mobilitas vertikal ke bawah, yaitu penurunan kedudukan atau derajat seseorang ke tingkat yang lebih rendah.
- Contoh Social Sinking
- Seorang pejabat publik dipecat dan dipenjara akibat terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
- Mobilitas Sosial Horizontal
- Perpindahan status sosial individu atau kelompok dalam lapisan sosial yang sama tanpa mengubah derajat kedudukannya.
- Contoh Mobilitas Horizontal
- Seorang guru SMA di Surabaya dipindahtugaskan menjadi guru SMA di Malang dengan pangkat dan jabatan yang sama.
- Mobilitas Antargenerasi
- Perubahan status sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih, misalnya antara kakek, orang tua, dan anak.
- Contoh Mobilitas Antargenerasi Naik
- Anak dari seorang buruh tani berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan menjadi dokter spesialis.
- Mobilitas Intragenerasi
- Perubahan status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang sepanjang masa hidupnya sendiri.
- Contoh Mobilitas Intragenerasi
- Seseorang merintis karier dari buruh pabrik, lalu membuka usaha sendiri hingga sukses menjadi pengusaha besar.
- Mobilitas Geografis (Lateral)
- Perpindahan individu atau kelompok dari satu wilayah geografis ke wilayah lain yang dapat memicu mobilitas sosial.
- Saluran Mobilitas: Lembaga Pendidikan
- Saluran mobilitas sosial vertikal yang paling efektif karena membekali keahlian, gelar, dan kompetensi baru bagi seseorang.
- Saluran Mobilitas: Organisasi Ekonomi
- Wadah seperti perusahaan atau koperasi yang membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan individu.
- Saluran Mobilitas: Lembaga Militer/Kepolisian
- Jalur mobilitas melalui dedikasi dan kenaikan pangkat berjenjang berdasarkan jasa serta masa pengabdian.
- Saluran Mobilitas: Organisasi Politik
- Wadah partai politik yang memungkinkan kader meniti karier kepemimpinan hingga menjadi pejabat negara.
- Faktor Pendorong Mobilitas Sosial: Status Sosial
- Keinginan keluar dari status sosial rendah bawaan lahir menuju status yang lebih terpandang secara mandiri.
- Faktor Pendorong Mobilitas Sosial: Situasi Ekonomi
- Kondisi ekonomi keluarga atau daerah yang mendorong seseorang merantau dan bekerja keras memperbaiki taraf hidup.
- Faktor Pendorong Mobilitas Sosial: Akses Pendidikan
- Kemudahan meraih jenjang pendidikan tinggi yang membuka akses pada lapangan kerja profesional bergaji tinggi.
- Faktor Penghambat Mobilitas Sosial: Diskriminasi
- Pembatasan hak atau perlakuan tidak adil berbasis ras, suku, agama, atau gender yang menghalangi kemajuan individu.
- Faktor Penghambat Mobilitas Sosial: Kemiskinan
- Ketiadaan modal finansial yang membatasi akses pada pendidikan bermutu dan jaringan pekerjaan profesional.
- Pengertian Institusi (Lembaga) Sosial
- Sistem norma dan pola hubungan terorganisasi yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan mendasar hidup bermasyarakat.
- Karakteristik Institusi Sosial
- Memiliki tradisi tertulis atau tidak tertulis, lambang simbolis, tingkat kekekalan tinggi, serta tujuan yang jelas.
- Fungsi Manifes Institusi Sosial
- Fungsi nyata dan disadari secara langsung oleh seluruh anggota masyarakat pendukung lembaga tersebut.
- Fungsi Laten Institusi Sosial
- Fungsi tersembunyi yang tidak disadari atau tidak secara sengaja direncanakan oleh masyarakat.
- Institusi Keluarga
- Unit sosial terkecil yang berfungsi menjalankan reproduksi, sosialisasi primer, afeksi, dan perlindungan anggota.
- Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga
- Penanaman nilai, norma, dan pembentukan kepribadian awal anak sebelum berinteraksi di ranah masyarakat luas.
- Institusi Pendidikan
- Lembaga formal yang bertujuan mentransmisikan ilmu, mengembangkan bakat, serta mempersiapkan tenaga kerja mandiri.
- Fungsi Laten Lembaga Pendidikan
- Memperpanjang masa ketergantungan anak pada orang tua dan menunda usia pernikahan dini.
- Institusi Agama
- Sistem terpadu mengenai keyakinan dan praktik terkait hal sakral yang memberi pedoman moral dan makna hidup.
- Institusi Ekonomi
- Lembaga yang mengatur aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi barang serta jasa untuk kesejahteraan hidup.
- Institusi Politik
- Badan yang mengatur kekuasaan, ketertiban umum, penegakan hukum, dan kebijakan publik dalam wilayah negara.
- Crescive Institutions
- Lembaga sosial primer yang tumbuh secara tidak sengaja dari adat istiadat masyarakat, misalnya lembaga perkawinan.
- Enacted Institutions
- Lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan khusus tertentu, contohnya lembaga perbankan dan utang piutang.
- Pengertian Konflik Sosial
- Proses sosial ketika individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan menentang atau menundukkan pihak lawan.
- Faktor Penyebab Konflik: Perbedaan Individu
- Perbedaan pendirian, watak, dan perasaan subjektif antarindividu saat menyikapi suatu peristiwa bersama.
- Faktor Penyebab Konflik: Perbedaan Kebudayaan
- Nilai dan norma budaya berbeda yang membentuk pola kepribadian dan cara pandang yang saling bertentangan.
- Faktor Penyebab Konflik: Benturan Kepentingan
- Persaingan memperebutkan sumber daya langka, kekuasaan, atau keuntungan finansial antara dua pihak.
- Faktor Penyebab Konflik: Perubahan Sosial Cepat
- Disorganisasi tatanan sosial ketika perubahan nilai tidak diimbangi kesiapan mental adaptasi masyarakat.
- Konflik Realistis
- Konflik yang bersumber dari kekecewaan atas tuntutan konkret serta diarahkan pada objek yang dianggap merugikan.
- Konflik Non-Realistis
- Konflik yang timbul bukan karena tujuan yang saling bersaing, melainkan kebutuhan emosional melepaskan ketegangan.
- Konflik Konstruktif
- Konflik yang menghasilkan perbaikan kebijakan, memicu dinamika positif, dan memperjelas norma yang belum mapan.
- Konflik Destruktif
- Konflik yang menimbulkan kerugian material, luka fisik, trauma psikologis, hingga jatuhnya korban jiwa.
- Dampak Positif Konflik Sosial
- Memperkuat solidaritas in-group sesama anggota kelompok ketika menghadapi ancaman pihak luar bersama.
- Dampak Negatif Konflik Sosial
- Retaknya hubungan sosial, kerusakan harta benda, serta keresahan dan disintegrasi tatanan masyarakat.
- Akomodasi: Mediasi
- Upaya penyelesaian konflik melalui bantuan pihak ketiga yang netral dan keputusannya tidak mengikat.
- Akomodasi: Arbitrase
- Penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki kewenangan mengambil keputusan mengikat bagi kedua belah pihak.
- Akomodasi: Kompromi
- Bentuk akomodasi ketika masing-masing pihak yang bersengketa saling mengurangi tuntutan demi mufakat bersama.
- Akomodasi: Konsiliasi
- Penyelesaian konflik melalui musyawarah formal lewat lembaga tertentu untuk mempertemukan keinginan pihak yang bertikai.
- Akomodasi: Koersi
- Penyelesaian konflik melalui pemaksaan kehendak atau kekerasan oleh pihak yang memiliki kekuatan fisik atau otoritas dominan.
- Akomodasi: Ajudikasi
- Penyelesaian pertikaian sosial yang dilakukan secara formal melalui proses persidangan di pengadilan.
- Pengertian Integrasi Sosial
- Proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga terwujud keserasian fungsi dan persatuan.
- Bentuk Integrasi: Normatif
- Integrasi sosial yang terbentuk karena adanya kesepakatan norma-norma yang mengikat seluruh masyarakat.
- Bentuk Integrasi: Fungsional
- Integrasi yang terbentuk atas dasar ketergantungan fungsional antarkelompok karena perbedaan spesialisasi peran.
- Bentuk Integrasi: Koersif
- Integrasi yang terbentuk secara terpaksa berdasarkan kekuasaan penguasa dan ancaman sanksi kekerasan negara.
- Faktor Pendorong Integrasi: Sikap Terbuka
- Kesiapan mental masyarakat untuk saling menghargai keragaman suku, ras, dan budaya tanpa prasangka negatif.
- Faktor Pendorong Integrasi: Homogenitas Kelompok
- Masyarakat dengan tingkat keragaman rendah cenderung lebih cepat dan mudah mencapai integrasi sosial.
- Reintegrasi Sosial
- Proses pembentukan kembali norma dan nilai-nilai baru untuk menyesuaikan diri pascakonflik sosial demi memulihkan keharmonisan.