Sistem Koordinasi dan Regulasi
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Set ini mencakup organ, komponen, dan fungsi utama dalam sistem koordinasi serta regulasi tubuh manusia, ditujukan untuk pelajar.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 57
- Neuron
- Unit fungsional sistem saraf yang menghantarkan impuls listrik antar bagian tubuh.
- Dendrit
- Menerima impuls dari neuron lain atau reseptor dan membawanya ke badan sel.
- Akson
- Menghantarkan impuls listrik dari badan sel neuron menuju sel saraf lain atau efektor.
- Selubung Mielin
- Melindungi akson dan mempercepat jalannya transmisi impuls saraf lewat isolasi listrik.
- Nodus Ranvier
- Memungkinkan konduksi saltatori untuk mempercepat perambatan impuls saraf sepanjang akson.
- Sinapsis
- Celah komunikasi fungsional antarneuron untuk meneruskan sinyal melalui neurotransmiter.
- Otak Besar (Serebrum)
- Pusat kesadaran, memori, penalaran, persepsi sensorik, serta pengaturan gerakan sadar.
- Otak Kecil (Serebelum)
- Mengatur keseimbangan tubuh, postur, serta koordinasi gerakan motorik halus.
- Batang Otak
- Menghubungkan otak ke sumsum tulang belakang dan mengatur fungsi vital otonom.
- Medula Oblongata
- Mengendalikan fungsi involunter seperti detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah.
- Pons Varolii
- Menghubungkan bagian-bagian otak dan membantu mengatur ritme pernapasan.
- Talamus
- Stasiun pemancar utama yang menyaring dan meneruskan informasi sensorik ke korteks serebral.
- Hipotalamus
- Pusat kendali homeostatis utama yang mengatur suhu, rasa lapar, haus, dan hormon.
- Sumsum Tulang Belakang
- Jalur utama penghubung impuls saraf tepi ke otak serta mengendalikan gerak refleks.
- Sistem Saraf Simpatik
- Memicu respons 'fight or flight', meningkatkan detak jantung, dan melebarkan bronkus.
- Sistem Saraf Parasimpatik
- Memicu respons 'rest and digest', memperlambat detak jantung, dan melancarkan pencernaan.
- Reseptor Sensorik
- Mendeteksi perubahan lingkungan internal maupun eksternal dan mengubahnya menjadi impuls.
- Efektor
- Otot atau kelenjar yang merespons perintah sistem saraf untuk menghasilkan aksi fisik.
- Neurotransmiter
- Senyawa kimia yang mentransmisikan sinyal melintasi celah sinapsis antar sel saraf.
- Asetilkolin
- Mengaktifkan kontraksi otot rangka dan berperan penting dalam sistem saraf parasimpatik.
- Dopamin
- Mengatur motivasi, kesenangan, konsentrasi, serta koordinasi pergerakan motorik tubuh.
- Serotonin
- Mengatur suasana hati, pola tidur, nafsu makan, dan persepsi rasa sakit.
- Homeostatis
- Proses mempertahankan kestabilan kondisi internal tubuh di tengah perubahan lingkungan.
- Umpan Balik Negatif
- Mekanisme pengembalian variabel tubuh yang menyimpang ke nilai setelan normal.
- Umpan Balik Positif
- Mekanisme memperkuat atau mempercepat respons fisiologis hingga tujuan biologis tercapai.
- Termoregulasi
- Mekanisme tubuh mempertahankan suhu inti normal melalui keringat, menggigil, atau vasodilatasi.
- Osmoregulasi
- Pengaturan keseimbangan konsentrasi air dan zat terlarut dalam cairan tubuh.
- Glukoregulasi
- Pemeliharaan kadar glukosa darah dalam batas fisiologis normal oleh hormon pankreas.
- Kelenjar Hipofisis Anterior
- Menghasilkan hormon tropik seperti GH, TSH, ACTH, FSH, LH, dan prolaktin.
- Kelenjar Hipofisis Posterior
- Menyimpan dan melepaskan hormon ADH dan oksitosin yang diproduksi oleh hipotalamus.
- Hormon Pertumbuhan (GH)
- Merangsang pertumbuhan tulang, regenerasi sel, pembelahan jaringan, dan sintesis protein.
- Hormon Antidiuretik (ADH)
- Meningkatkan reabsorpsi air di tubulus ginjal untuk mencegah dehidrasi.
- Oksitosin
- Memicu kontraksi uterus saat persalinan dan merangsang sekresi ASI saat menyusui.
- Kelenjar Tiroid
- Memproduksi tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) untuk mengatur laju metabolisme basal.
- Tiroksin (T4)
- Meningkatkan konsumsi oksigen seluler, produksi panas tubuh, dan pemecahan makronutrien.
- Kalsitonin
- Menurunkan kadar kalsium darah dengan menghambat pembongkaran kalsium di tulang.
- Kelenjar Paratiroid
- Memproduksi hormon paratiroid untuk mengatur konsentrasi kalsium dalam plasma darah.
- Hormon Paratiroid (PTH)
- Meningkatkan kadar kalsium darah dengan merangsang pelepasan kalsium dari matriks tulang.
- Kelenjar Pineal
- Mensekresikan hormon melatonin untuk mengontrol ritme sirkadian dan siklus tidur.
- Melatonin
- Mengatur siklus bangun-tidur serta respons terhadap gelap dan terang.
- Kelenjar Timus
- Memproduksi timosin yang berperan penting dalam pematangan limfosit T imun.
- Pankreas (Pulau Langerhans)
- Mensekresikan hormon insulin dan glukagon untuk mengendalikan kadar glukosa darah.
- Sel Beta Pankreas
- Menghasilkan hormon insulin saat kadar gula darah meningkat di atas ambang normal.
- Insulin
- Memfasilitasi penyerapan glukosa oleh sel dan merangsang pembentukan glikogen di hati.
- Sel Alfa Pankreas
- Menghasilkan hormon glukagon saat kadar glukosa darah turun drastis.
- Glukagon
- Merangsang glikogenolisis di hati untuk meningkatkan konsentrasi glukosa darah.
- Korteks Adrenal
- Memproduksi hormon kortisol, aldosteron, dan androgen adrenal.
- Kortisol
- Membantu tubuh merespons stres berkepanjangan dan mengatur metabolisme glukosa.
- Aldosteron
- Mengatur reabsorpsi ion natrium dan ekskresi kalium pada nefron ginjal.
- Medula Adrenal
- Menghasilkan katekolamin (adrenalin dan noradrenalin) saat kondisi darurat akut.
- Adrenalin (Epinefrin)
- Meningkatkan laju pernapasan, aliran darah otot, dan memecah glikogen menjadi glukosa.
- Noradrenalin (Norepinefrin)
- Menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah tepi untuk meningkatkan tekanan darah.
- Ovarium
- Menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
- Estrogen
- Mengatur perkembangan ciri seksual sekunder wanita dan menebalkan dinding endometrium.
- Progesteron
- Menjaga ketebalan endometrium rahim untuk mendukung proses implantasi embrio.
- Testis (Sel Leydig)
- Menghasilkan hormon testosteron untuk mendukung spermatogenesis dan sifat jantan.
- Testosteron
- Mendorong perkembangan organ reproduksi pria dan mempertahankan massa otot serta tulang.