Sistem Pencernaan Manusia
Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini
Materi mengenai organ dan fungsi sistem pencernaan manusia beserta enzim yang terlibat di dalamnya. Ditujukan untuk pelajar.
Ketuk kartu untuk membalik
Kartu · 58
- Mulut (Cavum Oris)
- Tempat terjadinya pencernaan mekanik oleh gigi dan lidah, serta pencernaan kimiawi oleh enzim amilase saliva.
- Gigi Seri (Insisivus)
- Berfungsi untuk memotong dan mengerat makanan secara mekanik.
- Gigi Taring (Caninus)
- Berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan bertekstur liat atau keras.
- Gigi Geraham (Molar & Premolar)
- Berfungsi untuk menggilas, melumatkan, dan menghaluskan makanan.
- Lidah (Lingua)
- Membantu mengaduk makanan, merasakan rasa lewat kuncup pengecap, dan mendorong bolus ke faring.
- Kelenjar Saliva (Kelenjar Ludah)
- Menghasilkan air liur yang mengandung lendir, antibodi, serta enzim amilase ptialin.
- Enzim Ptialin (Amilase Saliva)
- Memecah karbohidrat kompleks (amilum/pati) menjadi disakarida sederhana seperti maltosa di mulut.
- Bolus
- Gumpalan makanan lunak hasil pengunyahan mekanik dan pelumasan saliva yang siap ditelan.
- Faring (Tenggorokan bagian atas)
- Saluran persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan tempat bolus melintas.
- Epiglotis
- Katup tulang rawan yang menutup laring saat menelan agar makanan tidak masuk ke saluran napas.
- Esofagus (Kerongkongan)
- Saluran berotot yang menghubungkan faring ke lambung melalui gerak peristaltik.
- Gerak Peristaltik Esofagus
- Kontraksi dan relaksasi ritmis otot dinding kerongkongan yang mendorong bolus menuju lambung.
- Sfinkter Kardia
- Cincin otot di perbatasan esofagus dan lambung yang mencegah asam lambung naik kembali.
- Lambung (Ventrikulus)
- Kantung berotot tempat makanan dicerna secara mekanik lewat remasan dinding otot dan kimiawi lewat getah lambung.
- Asam Klorida (HCl Lambung)
- Membunuh bakteri patogen, menciptakan pH asam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
- Pepsin
- Enzim lambung aktif yang memecah protein menjadi rantai peptida yang lebih pendek (pepton).
- Renin Lambung
- Enzim pada lambung yang berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu.
- Mukus Lambung (Lendir Lambung)
- Lapisan lendir pelindung dinding mukosa lambung dari kerusakan akibat asam lambung dan enzim pepsin.
- Kimus (Chyme)
- Bubur полуcair hasil pencernaan mekanis dan enzimatis makanan di dalam lambung.
- Sfinkter Pilorus
- Katup otot pembatas antara bagian ujung lambung dan awal usus halus yang mengatur laju kimus.
- Usus Dua Belas Jari (Duodenum)
- Bagian pertama usus halus tempat bermuaranya saluran empedu dan saluran pankreas untuk pencernaan kimiawi intensif.
- Usus Kosong (Jejunum)
- Bagian tengah usus halus tempat sebagian besar proses pencernaan enzimatis lanjutan dan awal penyerapan nutrien.
- Usus Penyerapan (Ileum)
- Bagian akhir usus halus yang bertugas menyerap vitamin B12, garam empedu, dan sisa zat gizi ke dalam darah.
- Vili Usus
- Lipatan seperti jari pada mukosa usus halus yang memperluas area permukaan penyerapan nutrisi.
- Mikrovili (Brush Border)
- Juluran mikroskopis pada membran enterosit yang melipatgandakan daya serap dan menghasilkan enzim pencernaan.
- Hati (Hepar)
- Organ yang memproduksi cairan empedu, menyaring toksin, dan memproses nutrisi yang diserap usus.
- Kantung Empedu (Vesica Fellea)
- Organ kecil penyimpan dan pemekat cairan empedu sebelum dialirkan ke duodenum.
- Garam Empedu
- Zat yang mengemulsikan lemak besar menjadi butiran kecil agar mudah dipecah oleh enzim lipase.
- Bilirubin
- Pigmen hasil perombakan hemoglobin dalam empedu yang memberi warna khas pada tinja dan urine.
- Pankreas Eksokrin
- Kelenjar yang mensekresikan getah pankreas kaya enzim pencernaan dan bikarbonat ke dalam duodenum.
- Natrium Bikarbonat Pankreas
- Senyawa basa yang menetralkan keasaman kimus dari lambung agar enzim usus dapat bekerja optimal.
- Lipase Pankreas (Steapsin)
- Memecah trigliserida yang telah teremulsi menjadi asam lemak bebas dan monogliserida.
- Amilase Pankreas (Amilopsin)
- Melanjutkan penguraian amilum dan polisakarida menjadi disakarida seperti maltosa di usus halus.
- Tripsinogen dan Tripsin
- Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin, yang bertugas memecah peptida menjadi peptida lebih kecil.
- Kimotripsin
- Enzim protease pankreas yang bekerja sinergis dengan tripsin mencerna ikatan peptida tertentu pada protein.
- Karboksipeptidase
- Protease pankreas yang memotong asam amino satu per satu dari ujung karboksil rantai peptida.
- Nuklease Pankreas
- Enzim pemecah asam nukleat (DNA dan RNA) menjadi monomer nukleotida di lumen usus halus.
- Enterokinase
- Enzim brush border usus yang bertugas mengaktifkan tripsinogen pankreas menjadi tripsin aktif.
- Maltase
- Enzim usus halus yang menghidrolisis disakarida maltosa menjadi dua molekul glukosa.
- Sukrase
- Enzim pencernaan di mikrovili usus yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
- Laktase
- Enzim enterosit usus yang memecah gula susu (laktosa) menjadi glukosa dan galaktosa.
- Peptidase Usus (Aminopeptidase & Dipeptidase)
- Memecah peptida pendek dan dipeptida menjadi asam amino bebas yang siap diserap tubuh.
- Kapiler Darah Vili Usus
- Menyerap monosakarida, asam amino, vitamin larut air, dan mineral langsung menuju vena porta hepatika.
- Pembuluh Lakteal (Kil)
- Saluran limfa di dalam vili yang menyerap asam lemak rantai panjang dan kilomikron.
- Katup Ileosekal
- Katup sfinkter pemisah ileum dan sekum yang mencegah refluks isi kolon kembali ke usus halus.
- Sekum (Usus Buntu)
- Kantung awal usus besar yang menerima sisa makanan tidak tercerna dari ileum.
- Apendiks (Umbai Cacing)
- Kantong kecil menempel pada sekum yang berperan dalam sistem imun dan reservoir bakteri baik.
- Kolon Asenden
- Bagian usus besar yang merayap naik, menyerap sisa air dan elektrolit dari kimus cair.
- Kolon Transversum
- Bagian mendatar dari usus besar tempat pemadatan feses terus berlangsung dan fermentasi serat berlanjut.
- Kolon Desenden
- Bagian usus besar menurun yang berfungsi menyimpan tinja padat sementara sebelum dibuang.
- Kolon Sigmoid
- Lekukan usus besar berbentuk huruf S yang mengarahkan tinja menuju ke rektum.
- Mikrobioma Usus (Bakteri Kolon)
- Bakteri simbion seperti E. coli yang memfermentasi serat, menghasilkan gas, serta menyintesis vitamin K dan B7.
- Haustra Usus Besar
- Kantung-kantung kecil pada dinding kolon akibat kerutan otot yang memfasilitasi penyerapan air.
- Rektum
- Bagian akhir usus besar yang menampung feses dan memicu refleks defekasi saat dindingnya meregang.
- Anus
- Lubang pembuangan akhir sisa pencernaan yang dikendalikan oleh sfinkter ani internus dan eksternus.
- Sfinkter Ani Internus
- Otot polos involunter di anus yang membuka secara otomatis ketika rektum terisi kotoran.
- Sfinkter Ani Eksternus
- Cincin otot lurik volunter di anus yang dapat dikendalikan secara sadar untuk menahan atau mengeluarkan feses.
- Defekasi
- Proses mekanik pembuangan zat sisa pencernaan (feses) keluar tubuh melalui lubang anus.