Ekonomi Agregat & Pembangunan

Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini

Materi konsep ekonomi makro dan pembangunan ekonomi untuk mahasiswa dan pembelajar ilmu ekonomi.

52 kartu Bahasa Indonesia Tingkat: Perguruan tinggi Ekonomi Dipublikasikan
Ketuk kartu untuk membalik

Kartu · 52

Ekonomi Makro
Cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku, struktur, dan kinerja perekonomian secara agregat atau menyeluruh.
Produk Domestik Bruto (PDB)
Total nilai pasar dari seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara dalam periode tertentu.
Produk Nasional Bruto (PNB)
Total nilai pasar seluruh output yang dihasilkan oleh faktor produksi milik warga negara, baik di dalam maupun di luar negeri.
Rumus PNB / GNP
PNB = PDB + Pendapatan Neto Luar Negeri dari Faktor Produksi.
PDB Pendekatan Pengeluaran
Y = C + I + G + (X - M), di mana C adalah konsumsi, I investasi, G pengeluaran pemerintah, X ekspor, dan M impor.
PDB Pendekatan Pendapatan
Y = Upah (w) + Sewa (r) + Bunga (i) + Laba (p).
PDB Pendekatan Produksi
Menjumlahkan nilai tambah (value added) dari setiap sektor produksi dalam perekonomian.
PDB Riil vs PDB Nominal
PDB Nominal dihitung berdasarkan harga berlaku, sedangkan PDB Riil menggunakan harga konstan untuk mengeliminasi dampak inflasi.
Deflator PDB
Indikator tingkat harga yang dihitung dengan rumus: (PDB Nominal / PDB Riil) x 100.
Pertumbuhan Ekonomi
Kenaikan kapasitas suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa dari satu periode ke periode berikutnya, diukur dari PDB Riil.
Rumus Laju Pertumbuhan Ekonomi
[(PDB Riil tahun t - PDB Riil tahun t-1) / PDB Riil tahun t-1] x 100%.
Pembangunan Ekonomi
Proses multidimensi kenaikan pendapatan riil per kapita yang disertai perubahan struktur sosial, kelembagaan, dan pengurangan kemiskinan.
Perbedaan Pertumbuhan vs Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan menekankan kenaikan output kuantitatif, sedangkan pembangunan mencakup perubahan kualitas hidup, kelembagaan, dan distribusi.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indikator komposit yang mengukur pencapaian rata-rata dalam tiga dimensi: umur panjang/kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Komponen IPM
Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah, dan Pengeluaran Riil per Kapita disesuaikan.
Rasio Gini
Ukuran ketimpangan distribusi pendapatan berkisar antara 0 (kemerataan sempurna) hingga 1 (ketimpangan sempurna).
Kurva Lorenz
Grafik yang menunjukkan persentase kumulatif pendapatan nasional yang diterima oleh persentase kumulatif penduduk.
Inflasi
Kecenderungan naiknya harga-harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Indeks Harga Konsumen (IHK)
Ukuran rata-rata perubahan harga sekumpulan barang dan jasa konsumsi rumah tangga dari waktu ke waktu.
Rumus Laju Inflasi
[(IHK periode t - IHK periode t-1) / IHK periode t-1] x 100%.
Demand-Pull Inflation
Inflasi yang terjadi karena permintaan agregat masyarakat terhadap barang dan jasa melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Cost-Push Inflation
Inflasi yang dipicu oleh kenaikan biaya produksi, seperti lonjakan harga bahan baku atau upah tenaga kerja.
Deflasi
Kondisi penurunan tingkat harga umum secara berkelanjutan, sering diikuti perlambatan aktivitas ekonomi.
Stagflasi
Kondisi ekonomi abnormal di mana terjadi stagnasi pertumbuhan ekonomi, pengangguran tinggi, dan inflasi tinggi secara bersamaan.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi: (Angkatan Kerja / Jumlah Penduduk Usia Kerja) x 100%.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja: (Jumlah Penganggur / Angkatan Kerja) x 100%.
Pengangguran Friksional
Pengangguran sementara akibat proses perpindahan pekerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain untuk mencari posisi lebih baik.
Pengangguran Struktural
Pengangguran yang timbul akibat ketidakcocokan antara keahlian pencari kerja dengan kebutuhan industri di pasar kerja.
Pengangguran Siklikal
Pengangguran yang disebabkan oleh penurunan permintaan agregat saat perekonomian mengalami resesi atau kelesuan bisnis.
Kebijakan Moneter
Langkah yang diambil bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga demi menjaga stabilitas harga dan nilai tukar.
Instrumen Kebijakan Moneter
Operasi pasar terbuka, fasilitas diskonto (suku bunga acuan), giro wajib minimum (GWM), dan himbauan moral.
Kebijakan Moneter Kontraksioner
Kebijakan mengurangi jumlah uang beredar untuk menekan laju inflasi, misalnya dengan menaikkan suku bunga acuan.
Kebijakan Moneter Ekspansif
Kebijakan menambah jumlah uang beredar untuk merangsang kegiatan ekonomi saat lesu, misalnya dengan menurunkan suku bunga.
Kebijakan Fiskal
Kebijakan pemerintah dalam mengatur pendapatan (pajak) dan belanja negara (APBN) untuk memengaruhi perekonomian agregat.
Kebijakan Fiskal Ekspansif
Peningkatan belanja pemerintah atau pemotongan tarif pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi saat terjadi perlambatan.
Kebijakan Fiskal Kontraksioner
Pengurangan belanja pemerintah atau kenaikan pajak untuk memperlambat laju ekonomi yang mengalami overheating.
Kecenderungan Mengonsumsi Marjinal (MPC)
Bagian dari tambahan pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi: MPC = Perubahan Konsumsi / Perubahan Pendapatan.
Kecenderungan Menabung Marjinal (MPS)
Bagian dari tambahan pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan: MPS = Perubahan Tabungan / Perubahan Pendapatan. Nilai MPC + MPS = 1.
Efek Pengganda (Multiplier Effect)
Rasio perlipatan perubahan output nasional akibat perubahan variabel otonom: Angka pengganda belanja k = 1 / (1 - MPC).
Neraca Pembayaran (Balance of Payments)
Catatan sistematis atas seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lain dalam kurun waktu tertentu.
Neraca Transaksi Berjalan (Current Account)
Komponen neraca pembayaran yang mencatat ekspor-impor barang, jasa, pendapatan primer, dan transfer sekunder.
Nilai Tukar Mengambang Bebas (Floating Exchange Rate)
Sistem penentuan kurs mata uang yang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme penawaran dan permintaan di pasar valuta asing.
Apresiasi dan Depresiasi Mata Uang
Apresiasi adalah penguatan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing; depresiasi adalah pelemahannya di sistem pasar bebas.
Model Pertumbuhan Solow-Swan
Teori pertumbuhan ekonomi yang menekankan akumulasi modal, pertumbuhan tenaga kerja, dan kemajuan teknologi eksogen.
Teori Tahap Pertumbuhan Rostow
Model lima tahap pembangunan: masyarakat tradisional, prakondisi lepas landas, lepas landas, menuju kedewasaan, dan konsumsi massa tinggi.
Perangkap Pendapatan Menengah (Middle-Income Trap)
Situasi di mana suatu negara berkembang berhasil mencapai pendapatan menengah tetapi gagal bertransformasi menjadi negara maju berpendapatan tinggi.
Kemiskinan Absolut
Kondisi seseorang atau keluarga dengan pendapatan di bawah garis tertentu sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok dasar minimum.
Garis Kemiskinan
Nilai rupiah dari pengeluaran minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan (2.100 kkal/hari) dan nonmakanan.
Model Pertumbuhan Harrod-Domar
Model yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi ditentukan secara langsung oleh tingkat tabungan dan rasio modal-output (COR).
Kriteria Bank Dunia untuk Ketimpangan
Tingkat ketimpangan dinilai tinggi jika 40% penduduk termiskin menerima kurang dari 12% total pendapatan nasional.
Dualisme Ekonomi
Keberadaan dua sektor yang sangat kontras di negara berkembang: sektor modern berbasis kapital dan sektor tradisional subsisten.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kesepakatan global berisikan 17 tujuan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan hidup hingga tahun 2030.