Pendapatan Nasional

Dibagikan oleh pengguna Flashcards.gg · dibuat dengan AI · Laporkan set ini

Kumpulan istilah dan konsep seputar pendapatan nasional untuk mahasiswa dan pelajar ekonomi.

50 kartu Bahasa Indonesia Tingkat: Perguruan tinggi Ekonomi Dipublikasikan
Ketuk kartu untuk membalik

Kartu · 50

Pendapatan Nasional
Total nilai seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
Produk Domestik Bruto (PDB / GDP)
Nilai total barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara, mencakup warga domestik dan asing.
Produk Nasional Bruto (PNB / GNP)
Nilai total barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh faktor produksi milik warga negara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pendapatan Neto terhadap Luar Negeri (FPNLN)
Selisih antara penerimaan pendapatan faktor produksi domestik di luar negeri dan pembayaran faktor produksi asing di dalam negeri.
Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Bruto dikurangi penyusutan barang modal (depresiasi).
Penyusutan (Depresiasi)
Penurunan nilai fisik maupun ekonomi dari aset barang modal akibat keausan atau penggunaan selama proses produksi.
Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Produk Nasional Neto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambah subsidi.
Pajak Tidak Langsung
Pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau bea cukai.
Pendapatan Perseorangan (PI)
Total seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh individu atau rumah tangga dalam suatu perekonomian.
Pembayaran Transfer (Transfer Payment)
Penerimaan yang didapat individu tanpa memberikan balas jasa langsung pada periode berjalan, contohnya uang pensiun atau bansos.
Laba Ditahan (Retained Earnings)
Bagian keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen untuk reinvestasi internal.
Pendapatan Disposabel (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan atau ditabung setelah dikurangi pajak penghasilan langsung.
Pajak Langsung
Pajak yang bebannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan, seperti PPh.
Metode Pendekatan Produksi
Perhitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan nilai tambah seluruh barang dan jasa dari setiap sektor ekonomi.
Nilai Tambah (Value Added)
Selisih antara nilai output akhir suatu produk dan biaya konsumsi bahan baku perantara.
Metode Pendekatan Pengeluaran
Perhitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran agregat pelaku ekonomi (C + I + G + (X - M)).
Konsumsi Rumah Tangga (C)
Pengeluaran masyarakat atas barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pribadi.
Investasi Domestik Bruto (I)
Pengeluaran untuk pembelian barang modal baru, inventaris, dan bangunan guna meningkatkan kapasitas produksi.
Pengeluaran Pemerintah (G)
Pengeluaran belanja barang dan jasa oleh pemerintah untuk operasional negara dan fasilitas publik.
Ekspor Neto (X - M)
Nilai total penjualan barang/jasa ke luar negeri dikurangi nilai pembelian barang/jasa dari luar negeri.
Metode Pendekatan Pendapatan
Perhitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan balas jasa atas faktor produksi: upah, sewa, bunga, dan laba.
Upah dan Gaji (w)
Kompensasi atau balas jasa yang diterima tenaga kerja atas kontribusinya dalam proses produksi.
Sewa (r)
Balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi tanah dan properti atas penggunaannya dalam kegiatan ekonomi.
Bunga Neto (i)
Balas jasa yang diterima oleh penyedia modal pinjaman dalam kegiatan usaha produktif.
Laba Usaha (p)
Balas jasa atau imbalan yang diperoleh pengusaha atas pengelolaan usaha dan pengambilan risiko ekonomi.
PDB Nominal
Nilai PDB yang dihitung menggunakan tingkat harga yang berlaku pada tahun berjalan.
PDB Riil
Nilai PDB yang dihitung menggunakan tingkat harga pada tahun dasar untuk mengeliminasi dampak inflasi.
Deflator PDB
Indikator tingkat perubahan harga umum yang dihitung dari rasio PDB nominal terhadap PDB riil dikali seratus.
Tahun Dasar (Base Year)
Tahun referensi dengan kondisi ekonomi stabil yang digunakan sebagai patokan harga tetap dalam mengukur PDB riil.
Pendapatan Per Kapita
Rata-rata pendapatan penduduk suatu negara yang diperoleh dengan membagi pendapatan nasional dengan jumlah populasi.
Pertumbuhan Ekonomi
Kenaikan kapasitas produksi barang dan jasa dalam perekonomian yang diukur melalui persentase peningkatan PDB riil.
Kurva Lorenz
Grafik representasi persentase kumulatif pendapatan nasional yang diterima oleh persentase kumulatif populasi.
Koefisien Gini
Ukuran numerik ketimpangan distribusi pendapatan yang bernilai antara 0 (pemerataan sempurna) hingga 1 (ketimpangan mutlak).
Kriteria Bank Dunia untuk Ketimpangan
Ukuran distribusi pendapatan berdasarkan proporsi penerimaan 40 persen kelompok penduduk berpendapatan terendah.
Ekonomi Bawah Tanah (Shadow Economy)
Kegiatan ekonomi legal maupun ilegal yang tidak tercatat dalam perhitungan resmi pendapatan nasional.
Barang Perantara (Intermediate Goods)
Barang yang digunakan seluruhnya sebagai input dalam proses produksi barang atau jasa lainnya.
Barang Akhir (Final Goods)
Barang yang siap digunakan atau dikonsumsi langsung oleh pengguna akhir tanpa pengolahan lebih lanjut.
Masalah Perhitungan Ganda (Double Counting)
Kesalahan statistik akibat menghitung nilai barang perantara lebih dari satu kali dalam kalkulasi PDB.
Eksternalitas Negatif dalam PDB
Dampak buruk lingkungan atau sosial yang diabaikan dan tidak mengurangi nilai PDB resmi, seperti polusi.
Tabungan Nasional (National Saving)
Bagian dari pendapatan nasional yang tidak dikonsumsi oleh sektor privat maupun pemerintah (S = I + (X - M)).
Tabungan Pribadi (Private Saving)
Porsi pendapatan disposabel rumah tangga yang disisihkan dan tidak digunakan untuk konsumsi sekarang.
Tabungan Publik (Public Saving)
Selisih surplus antara pendapatan pajak pemerintah dan total pengeluaran pemerintah.
Kecenderungan Mengonsumsi Marjinal (MPC)
Proporsi kenaikan konsumsi akibat kenaikan satu unit pendapatan disposabel.
Kecenderungan Menabung Marjinal (MPS)
Proporsi kenaikan tabungan akibat kenaikan satu unit pendapatan disposabel.
Angka Pengganda (Multiplier Effect)
Rasio perlipatgandaan perubahan output pendapatan nasional akibat perubahan pada variabel eksogen seperti investasi.
PDB Keseimbangan (Equilibrium GDP)
Kondisi di mana total pengeluaran agregat sama persis dengan total output yang diproduksi.
Pari-Pari Daya Beli (PPP)
Metode penyesuaian nilai PDB antarnegara berdasarkan kemampuan daya beli mata uang domestik atas keranjang barang yang sama.
Arus Melingkar Pendapatan (Circular Flow of Income)
Model yang menggambarkan aliran uang, barang, jasa, dan faktor produksi di antara para pelaku ekonomi.
Kebocoran Pendapatan (Leakages)
Bagian pendapatan yang keluar dari arus transaksi domestik berupa tabungan, pajak, dan impor.
Suntikan Pendapatan (Injections)
Penambahan dana luar ke dalam arus pendapatan nasional berupa investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.